JASINGA, BOPAS — Karang Taruna Kecamatan Jasinga menyelenggarakan kegiatan Sekolah Advokasi di Aula Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Minggu (27/9/2026). Kegiatan ini diikuti 50 pengurus Karang Taruna dari seluruh wilayah kecamatan.
Mengusung tema “Mencetak Karakter yang Progresif guna Membangun Generasi Muda Sadar Hukum, Peduli Pendidikan, dan Berdaya dalam Perlindungan Masyarakat”, acara bertujuan memperkuat kapasitas pemuda dalam memberikan perlindungan serta pelayanan advokasi bagi warga, khususnya perempuan dan anak.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Jasinga, Panji Januar, S.E., menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar pelatihan sesaat, melainkan fondasi peran pemuda di tengah masyarakat.
“Kami ingin Karang Taruna tidak hanya menjadi organisasi yang berkumpul, tetapi menjadi garda terdepan yang paham hukum, peka terhadap pendidikan, dan mampu melindungi warga yang membutuhkan. Tema ini kami pilih karena tantangan zaman menuntut pemuda yang tidak hanya aktif, tetapi juga cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Panji
“Melalui Sekolah Advokasi ini, kami mencetak kader yang tidak hanya memahami hak dan kewajiban sendiri, tetapi juga mampu membela dan memperjuangkan hak-hak warga, khususnya perlindungan perempuan dan anak di lingkungan masing-masing,” ujarnya

Hadir sebagai pendamping kegiatan Siti Inten Puji Malia. Sementara pemateri yang mengisi sesi advokasi perlindungan perempuan dan anak adalah Tely Yuviarliy, S.Pd.,Si., dari P2A.
Turut hadir mewakili unsur pimpinan Kecamatan Jasinga, tokoh budaya, serta para undangan lainnya. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pemaparan materi, diskusi interaktif, hingga penyusunan rencana aksi di tingkat desa.
Panji berharap setelah kegiatan ini, setiap peserta dapat mengamalkan ilmu yang didapat dan menjadi agen perubahan di desa masing-masing.
“Kami berharap ilmu yang didapat hari ini bisa langsung diterapkan. Pemuda harus hadir ketika masyarakat membutuhkan, hadir ketika hukum dipahami, dan hadir ketika perlindungan diperlukan,” tambahnya.
Kegiatan ini direncanakan akan berlanjut ke tahap pendampingan di tingkat desa guna memastikan pemahaman para peserta semakin matang dan dapat dijalankan secara berkelanjutan. (dt/BOPAS)















