Tamansari, Kabupaten Bogor
Siswa Siswi Sekolah Menengah Kehutanan (SMK) Bakti Nusa Kabupaten Bogor melaksanakan PKL Praktek Kerja Lapangan selama dua bulan di 3 bidang lokasi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) – Resort XXI Pangandaran.
Perhutani KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Ciamis, Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Pangandaran dan BKPH Cijulang
Pada upacara pembukaan, BKSDA Jabar/Resort XXI Pangandaran, Kepala Resor (Kares) Kusnadi menyambut peserta PKL SMK Kehutanan Bakti Nusa, “Selama menjalankan praktek kerja lapangan, akan banyak pengetahuan serta pengalaman yang mungkin tidak didapat para siswa selama pembelajaran di sekolah.
Hal tersebut tentunya menjadi tambahan pengetahuan dan pengalaman bagi para siswa yang sangat berharga untuk siap menerima tantangan sebagai garda terdepan untuk kelestarian hutan. ”
Ucep Sucitra, Kepala Sekolah SMK Kehutanan Bakti Nusa menambahkan bahwasanya rimbawan SMK Bakti Nusa tidak hanya disiapkan untuk menjadi pelaksana yang kompeten di bidang kehutanan, namun mereka juga dipersiapkan untuk menjadi leader pada bidang pekerjaan dalam wilayah kerja.
“Semoga praktek kerja lapangan yang mereka laksanakan dapat bermanfaat bagi para siswa di kemudian hari”, ungkapnya kepada wartawan.
Pendamping SMK Kehutanan Bakti Nusa, Zulfa Nafisah Ulya di upacara pembukaan, menyampaikan apresiasi kepada Perhutani KPH Pangandaran yang telah menerima Rimbawan Bakti Nusa untuk melaksanakan praktek kerja lapangan.
“Kegiatan PKL ini penting untuk mengenal dan menambah wawasan tentang Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDIKA), serta membangun motivasi, dan membentuk karakter rimbawan.
Selama dua bulan melaksanakan praktek, akan banyak pengetahuan dan pengalaman yang didapat oleh para murid.
Tentunya hal ini akan sangat bermanfaat bagi mereka nantinya untuk menjadi bekal dalam bekerja di lapangan”, kata Zulfa
37 siswa kelas XI memulai Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada 5 November 2025. Kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian PKL yang akan berlangsung hingga 6 Januari 2026.
“Salah satu tujuan PKL adalah menghasilkan SDM kehutanan yang terampil, profesional, berdedikasi, jujur, amanah, dan berakhlak mulia, serta mampu menguasai, memanfaatkan, juga mengembangkan ilmu pengetahuani dalam pengelolaan hutan.” tambah Kepala Kelompok Bina Kesatuan Pengelolaan Hutan (KBKPH) Pangandaran Susanto Hermawan
Sementara itu Wahyu Hidayat Kepala KBKPH menambahkan daerah Cijulang merupakan bagian dari Perum Perhutani, yang membawahi beberapa Resort Pengelolaan Hutan (RPH) di sekitar wilayah Ciamis dan Banjar,
KBKPH bertugas mengurus pengelolaan hutan secara langsung di tingkat tapak, seperti penanaman pohon serta pemeliharaan hutan.
Kepsek Bakti Nusa Ucep Sucitra menuturkan, PKL ini merupakan implementasi Deep Learning yang bertujuan memberikan pengalaman kerja langsung kepada siswa.
“Manfaat PKL bagi siswa salah satunya mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di sekolah, menambah wawasan berupa pengalaman kerja secara langsung, meningkatkan kompetensi dan menanamkan etos kerja yang tinggi,” tuturnya.
Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, ditengah kegiatan PKL salah satunya penanaman pohon jenis buah buahan di lokasi hutan tanaman BKPH Cijulang pada Selasa 9/12/2025
Kegiatan yang bertujuan untuk menjaga dan memelihara hutan agar tetap lestari serta masyarakat dapat merasakan hasil.
Giat penanaman dihadiri oleh Administratur Perhutani KPH Ciamis Deden Yogi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Yadi, bersama murid PKL SMK Kehutanan Bakti Nusa Bogor, dan masyarakat penggarap tanaman.
Diwaktu yang berbeda Susi Pudjiastuti Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, terlihat memberikan motivasi dan semangat kepada siswa siswi PKL di sela kegiatan konservasi pantai Pangandaran. Mantan Menter ini ikut serta membersihkan pesisir bersama rimbawan PKL Bakti Nusa tahun lalu.
Siswa siswi PKL juga sempat berbincang dengan Ketua IKIAD (Ikatan Istri Anggota Dewan) Kabupaten Pangandaran Wiwin Wiyanti ditengah kegiatan pengecekan persiapan jalur pariwisata jelang libur Natal & Tahun Baru (Nataru).
Intan Aulia Siswi PKL SMK Kehutanan Bakti Nusa Kelas XI,“Ternyata kegiatan PKL ini sangat seru, kita mengimplementasikan pelajaran sekolah di dunia usaha secara langsung selama 2 bulan.”
Intan bersama rekan sekelasnya Bayu Anggara berkesempatan memenuhi undangan Ketua IKIAD di Gedung DPRD Pangandaran, mengikuti rapat persiapan penanganan Nataru 2025-2026 bersama semua stakeholders.
“Insha ALLAH siswa siswi SMK Bakti Nusa akan ikut terlibat membantu pemerintah kabupaten dalam penanganan Libur Natal & Tahun Baru di Pangandaran.” komennya
Bayu Anggara rimbawan Bakti Nusa menambahkan kalau PKL ini selain mengimplementasikan ilmu sekolah, siswa juga belajar pentingnya rasa toleransi tinggi, kebersamaan dan gotong royong.
Bayu juga berterima kasih kepada staf Perhutani yang selalu membantu dan mengarahkan selama job training, namun mereka juga membawa semua siswa liburan di akhir pekan menikmati indahnya alam Pangandaran.
“Tahun lalu saya sempat iri karena para senior saya di Bakti Nusa bisa mendampingi Bapak Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melepasliarkan Banteng, Landak dan Elang Jawa disini,
Saat ini saya bisa juga bertemu Bu Susi Pudjiastuti dan sekarang kami memonitor pergerakan dan perkembangbiakan hewan endemik yang tahun lalu dilepasliarkan oleh pada senior kami.
Pada PKL ini kita juga melepasliarkan kukang dan landak ke habitat hutan Pangandaran sebagai bagian dari kegiatan job training.
Hutan Indonesia adalah paru paru dunia, apabila tidak dilestarikan maka pemanasan global yang berimbas kepada bencana alam di bumi akan bertambah.” tutup Bayu Anggara ditengah kegiatan PKL
Materi PKL meliputi inventarisasi hutan (flora, fauna, ekonomi, budaya, geofisik, dan enumerasi), penataan batas kawasan hutan (entry data, penyusunan informasi teknis, proyeksi titik ukur, pemancangan batas, pengukuran kawasan hutan, dan penyajian data dalam peta), penyuluhan kehutanan, persemaian modern dan ekowisata.
Kegiatan PKL ini diharapkan dapat membekali siswa dengan berbagai keterampilan di bidang kehutanan, sehingga mereka memiliki kompetensi soft skills dan hard skills yang mumpuni. (Agung)















