Cibinong, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandi hadiri sosialisasi Test Kemampuan Akademik Pendidikan Kesetaraan 2026 di Gedung SKB – Sanggar Kegiatan Belajar, 4/2/2026
Kegiatan yang dihadiri oleh 120 lembaga PKBM ini dibuka oleh Kepala Bidang Paud Dikmas (Pendidikan Masyarakat) Siswanto didampingi Opik Ropiudin, Kepala Seksi Kurikulum.
Kadisdik menekankan pentingnya mengikuti TKA untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lanjutan.
“Harapan saya target 90% warga belajar Pendidikan Non Formal bisa mendaftarkan dan ikut TKA di tahun ini.” ujar Rusliadi Kadisdik Kab Bogor
Dari Pusmendik (Pusat Asesmen Pendidikan), unit kerja di bawah Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Mansur Arsyad dan Tim Teknis TKA Disdik Provinsi Jabar, Lastanto turut hadir sebagai nara sumber
“TKA merupakan sistem evaluasi pendidikan yang digunakan untuk memperoleh informasi capaian akademik pelajar secara terstandar.” kata Mansur Arsyad Pembina Utama Pumendik Kemendikdasmen
Hasil tes ini dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seleksi, seperti penerimaan peserta didik baru jalur prestasi, penyetaraan hasil pendidikan non formal, hingga seleksi masuk perguruan tinggi.
Lastanto menambahkan, hasil TKA jenjang pendidikan non formal nantinya dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru.
Sementara untuk jenjang di bawahnya, hasil TKA juga berperan dalam seleksi prestasi masuk sekolah lanjutan.
“Memang masih ada kendala, mulai dari keterbatasan waktu persiapan hingga penyesuaian teknis di lapangan. Tapi kita tidak boleh diam dengan keadaan. Teruslah belajar dan berlatih,”
Para tutor pun diminta berperan aktif memberikan motivasi ataupun pendampingan kepada siswa agar tidak terbebani secara psikologis.
“Saya minta para tutor terus memberi semangat kepada anak-anak. Jangan sampai mereka justru ketakutan menghadapi TKA. Sebaliknya, tanamkan rasa percaya diri bahwa mereka mampu,” ucap Siswanto, Kabid PNF Disdik Kab Bogor.
Sebagai bentuk dukungan, Dinas Pendidikan berupaya menyediakan dukungan sarpras dan jaringan internet agar lembaga dipelosok dapat terfasilitasi, salah satunya dengan berkolaborasi dengan sekolah negri terdekat.
Bentuk dukungan lain bisa dengan kolaborasi Astina (Asosiasi Tutor Kesetaraan Nasional) dengan IPI (Ikatan Penilik Indonesia) menyediakan contoh-contoh soal TKA agar siswa memiliki referensi dalam berlatih.
Langkah ini diharap dapat membantu mereka memahami bentuk dan karakteristik soal yang akan dihadapi peserta didik.















