BOGOR, BOPAS — Hujan turun sejak siang, membasahi lapangan desa yang mulai becek. Namun semangat warga Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, tak ikut surut. Payung-payung warna-warni terbuka, sebagian penonton nekat berteduh di pinggir gawang, menanti laga final Pekan Olahraga Desa (Pordes) yang mempertemukan Aremsi FC dan Falcom FC.
Begitu peluit dibunyikan, sorak membelah udara. Meski rumput licin dan bola kerap terpental tak menentu, pertandingan tetap berjalan sengit. Aremsi FC tampil lebih agresif, menguasai permainan sejak awal. Satu gol cepat mereka di babak pertama dan satu gol di babak kedua, membuat Falcom FC kelabakan. Di babak kedua, Falcom sempat memperkecil kedudukan, tapi skor 2–1 tak berubah hingga peluit panjang.
Basah kuyup tak jadi soal. Warga bersorak, sebagian melompat ke lapangan, memeluk para pemain Aremsi yang berlumur lumpur namun tersenyum lebar.
“Hujan bikin makin seru, kayak final liga besar,” kata seorang penonton sambil tertawa.
Ketua Panitia, H. Edi, terlihat puas meski basah kehujanan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, panitia, sponsor, dan stakeholder yang ikut mendukung hingga turnamen ini berjalan sukses. Cuaca tidak menghalangi semangat kita,” ujarnya.
Acara penutupan turut dihadiri oleh Kapolsek Nanggung, Danramil, Satpol PP, Linmas, tokoh masyarakat, dan ratusan warga yang sejak awal setia mengikuti jalannya turnamen.
Pordes Bantarkaret tahun ini bukan sekadar ajang mencari juara. Ia menjadi ruang bagi warga untuk merayakan kebersamaan—dengan tawa, lumpur, dan hujan yang turun sebagai saksi kemenangan. (red)















