Dorong Pra-Sekolah Dan Pengentasan ATS, Disdik Kab Bogor Dan Ketua KPAI Gelar FGD

banner 120x600

CIBINONG – Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor gelar FGD (Focus Group Discussion) bersama stakeholders untuk menuntaskan angka anak tidak sekolah (ATS) dan sosialisi satu tahun pendidikan Pra-Sekolah di Bumi Tegar Beriman

 

Hal itu terlihat saat Pemkab Bogor bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemenag), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kementerian Agama dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bogor lainnya menggelar rapat penanganan ATS di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, pada Kamis (20/8/2026).

 

Diketahui, per-Juli 2026 jumlah ats di Kabupaten Bogor mencapai 58.000 anak, yang sebelumnya dari angka 68.000 ATS.

 

“Hari ini kegiatan kita melakukan sinkronisasi perpaduan dengan Mendikdasmen, KPAI, Pemerintah Daerah, Kemenag, dan OPD yang ada di kabupaten bogor, yang pertama dalam menangani anak tidak sekolah,” kata Rameni, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor kepada wartawan, pada Kamis (20/8/2026).

 

Ia menargetkan, jumlah angka anak tidak sekolah turun menjadi 30 ribu, yang sebelumnya saat ini 58 ribu kasus.

“Kita sudah banyak intervensi yang sudah dilakukan oleh kita, bahkan tahun kemarin mencapai 68 ribu, dan sekarang menjadi 58 ribu, artinya kurang 10 ribuan yang berkurang. Dan target ATS kita turun menjadi 58 ribu,” ucapnya.

 

Sekdisdik juga mengajak kepada semua pihak untuk terlibat melakukan penanganan ATS di Kabupaten Bogor.

 

Aris Adi Leksono, Ketua KPAI menyampaikan pengawalan KPAI pada program pengentasan ATS juga menyiapkan hotline untuk aduan masyakarakat dan lembaga pendidikan yang membutuhkan bantuan.

 

“Perlu ada peran untuk‍ semua, Pendidikan Formal, Kesetaraan khususnya PKBM dan Kemenag perlu ikut serta.

Bahkan kita juga mengajak semua pihak, termasuk hingga tingkat Kelurahan, Rt/Rw, karena masalah pendidikan bukan hanya di dinas pendidikan tetapi semua pihak,” ungkap Aris Ketua KPAI

 

Disela kegiatan, Nina perwakilan Direktorat SD Kemendikdasmen menyampaikan dukungan Kementerian Pendidikan untuk memantau program Disdik dan pengawalan SK Bupati Kabupaten Bogor terkait pengentasan ATS.

 

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Siswanto mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan intervensi pada anak tidak sekolah.

 

“Kaitan dengan ATS yaitu temukan siswanya, introvensi, lalu kembalikan ke sekolah dan pastikan anak tersebut tetap bertahan di sekolah tersebut. Dan kita harap jumlah anak tidak sekolah terus berkurang dengan melihatkan semua pihak,” ucapnya.

 

Tak hanya itu, ia juga berharap jumlah anak tidak sekolah menurun di kabupaten bogor, sehingga dapat memberikan dampak pada peningkatan angka rata rata lama sekolah.

 

“Pendidikan merupakan hak dasar bagi anak, maka dari itu kita terus berupaya dalam penanganan ATS di Kabupaten Bogor. Dan itu juga dapat memberikan dampak peningkatan angka RLS di Kabupaten Bogor,” tukasnya.

 

Siswanto juga menekankan pentingnya pendidikan PraSekolah selama satu tahun, agar siswa terbiasa dengan kegiatan belajar di jenjang sekolah dasar. (AGUNG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *