Tumbuhkan Semangat Ramadhan, PKBM Bakti Nusa Gelar Pesantren Kilat dan Buka Bersama

banner 120x600

Tamansari,

Kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bakti Nusa resmi ditutup pada Sabtu (14/3/2026) bertepatan dengan 25 Ramadhan 1447 Hijriah. Penutupan kegiatan berlangsung di gedung sekolah Desa Sukamantri Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor

Sanlat di PKBM Bakti Nusa menjadi salah satu kegiatan pembinaan keagamaan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman agar para siswa tumbuh menjadi generasi yang tidak buta terhadap ajaran agama.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dalam dua minggu,

Paket A dan B (setara SD dan SMP): 6-7 Maret 2026, Paket C (setara SMA): 13-14 Maret 2026

Pesantren kilat tersebut menyasar para siswa generasi Z, yang terbagi dalam tujuh rombongan belajar. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran agama yang intensif bagi para pelajar di lingkungan sekolah non formal selama bulan Ramadhan.

Dalam pelaksanaannya, pesantren kilat ini menghadirkan nuansa berbeda. PKBM Bakti Nusa menerapkan metode pembelajaran ala pondok pesantren. Metode ini dipilih karena para pemateri yang dilibatkan pondok pesantren rekanan dan tokoh masyarakat, sehingga suasana belajar yang tercipta diharapkan mampu menghadirkan ruh pembelajaran khas pesantren bagi para siswa.

 

Kegiatan penutupan diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh ustadz Kyai Haji Encang. Dalam penyampaiannya, beliau mengawali materi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan dasar kepada para peserta didik terkait pengetahuan ibadah, mulai dari shalat hingga puasa.

Cara tersebut dilakukan untuk mengajak para siswa lebih aktif sekaligus mengingat kembali materi keagamaan yang telah dipelajari selama kegiatan pesantren kilat.

Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan materi utama tentang pentingnya penerapan akhlak mulia selama bulan Ramadhan, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah.

Encang menegaskan bahwa guru merupakan orang tua kedua bagi para siswa di lingkungan sekolah, sehingga sikap hormat dan berbakti kepada guru menjadi bagian dari akhlak yang harus dijaga.

“Orang tua kedua kita di sekolah adalah guru. Ketika kita berbakti dan berbuat baik kepada guru, maka itu sama saja dengan kita berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua kita,” ujar Encang di hadapan para siswa.

Kepala Satuan Pendidikan Non Formal, Muhamad Afhan mengatakan, sinergi antara pesantren rekanan penting dilakukan agar nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah tetap mengakar kuat di kalangan peserta didik.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata pesantren hadir kepada generasi Z untuk lebih mendalami agama,” ujar Afhan.

Ia menambahkan, materi yang diberikan dalam pesantren kilat ini menitikberatkan pada aspek fundamental ibadah sehari-hari, seperti tata cara bersuci (thaharah), shalat, hingga membaca Al-Qur’an.

“Generasi sekarang menjadi tantangan untuk dapat selalu mengaji Al-Qur’an dan mengaji ilmu agama di tengah dunia media sosial dan game yang sangat dekat dengan generasi Z,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan penutupan Sanlat diawali dengan pelaksanaan salat dhuha berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama para siswa dan guru di gedung sekolah PKBM Bakti Nusa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *