Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor mengecam dugaan tindakan represif terhadap Raka, Video Jurnalis Metropolitan, saat meliput demonstrasi di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor pada Rabu malam, 28/10/2026.
Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi,m menyampaikan kecaman tersebut atas perlakuan yang dilaporkan dialami Raka ketika menjalankan tugas jurnalistik.
“Kami mengecam tindakan represif kepada videografer Metropolitan yang tengah meliput aksi demonstrasi,” kata Herman yang akrab disapa Aldo
Kecaman itu menyusul pengakuan Raka yang menyebut dirinya dipiting, diseret, dan ditampar saat merekam dugaan pengeroyokan. Ia mengaku berulang kali menyatakan dirinya sebagai jurnalis, tetapi tetap dibawa paksa.
“Gua ngotot, gua pers, gua pers. Nggak percaya, disangkanya gua pers mahasiswa kali,” ujar Raka dalam wawancara sebelumnya.
Menurut Raka, ia juga telah menunjukkan kartu pers dan menjelaskan bahwa dirinya bekerja untuk Metropolitan. Namun, pemeriksaan identitas tersebut tidak langsung membuatnya dilepaskan.
Raka mengaku dibawa ke sejumlah titik, termasuk ke bawah jembatan berwarna biru. Di sana, ia kembali ditanya mengenai asal kampusnya meski sudah menjelaskan statusnya sebagai pekerja media.
Selain mengalami dugaan kekerasan, Raka menyebut telepon genggamnya sempat hendak diambil. Ia juga mengaku diminta menghapus video dugaan pengeroyokan yang direkamnya, tetapi menolak.
“Dia minta video, video suruh dihapus, gua nggak mau,” katanya.
Keterangan mengenai sebagian kejadian turut disampaikan Regi. Ia mengatakan Raka dibawa oleh satu orang dengan didampingi seorang lainnya. Keduanya disebut mengenakan pakaian sipil.
Regi menduga mereka merupakan anggota kepolisian karena terlihat berada dalam barisan polisi serta di lokasi tempat sejumlah orang yang diamankan dikumpulkan. Namun, identitas dan kesatuan mereka belum terverifikasi.
Regi mengaku sempat mempertanyakan alasan Raka dibawa sekaligus menjelaskan bahwa rekannya merupakan pekerja media.
“Bang, kenapa diamanin? Ini media,” kata Regi, menirukan ucapannya saat kejadian.
Menurut Regi, orang yang membawa Raka menjawab, “Iya bentar, Bang, nggak bakal diapa-apain, nggak bakal diapa-apain.”
Regi menegaskan dirinya tidak menyaksikan awal Raka ditangkap. Namun, ia menyebut melihat rekannya dipiting ketika dibawa.
Menurut Raka, perlakuan terhadapnya mulai melunak setelah kartu persnya dikembalikan. Ia kemudian kembali ditanyai sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan tanggapan resmi. (MTRPLTN)















